Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Merawat Anggota Keluarga Saat Terkena Stroke

 

Tips Merawat Anggota Keluarga Saat Terkena Stroke

Pembahasan kita kali ini adalah tentang tips bagaimana merawat anggota keluarga kita saat terkena stroke. Ini sangat penting, mengingat penyakit stroke adalah penyakit dengan  kejadian yang mendadak, namun dampaknya mampu merubah hidup seseorang setelah stroke.

Dampak yang diterima dari stroke juga bukan hanya membuat pasien yang merasa terpukul, namun juga keluarga mereka. Karena itu dalam satu keluarga, biasanya ada satu orang anggota keluarga yang bertugas khusus menjaga penderita stroke, untuk menemaninya melewati masa pemulihan.

Pembahasan ini khusus ditujukan kepada keluarga pasien stroke yang mempunyai tugas untuk menjaga penderita. Berikut adalah panduan tentang apa yang harus Anda lakukan jika harus merawat  anggota keluarga Anda saat ia divonis menderita stroke.

 

Menjadi Teman Saat di Rumah Sakit

Saat anggota keluarga Anda baru divonis terserang stroke, mungkin Anda dan keluarga bingung, takut dan cemas. Bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk kesembuhannya. Hal ini wajar dan pasti dialami semua keluarga penderita stroke.

Namun yang perlu Anda ingat adalah bagaimana cara untuk sebisa mungkin menenangkan diri. Menerima kenyataan bahwa anggota keluarga yang Anda cintai memang telah menderita stroke. Anda harus melakukan langkah yang benar untuk perkembangan kesehatan anggota keluarga Anda. Adapun langlah-langkah yang harus diambil itu diantaranya:

1.    Mintalah penjelasan dari dokter tentang sakit yang di derita dan tanyakan mengenai hal-hal yang tidak Anda ketahui.

2.      Saat orang yang Anda cintai dirawat dirumah sakit, catatlah perkembangannya dari hari ke hari. Tim medis akan sangat terbantu dengan catatan Anda. Sebaiknya Anda mempunyai buku harian khusus.

3.     Catat dan simpan informasi penting seperti contact person dan alamat praktek dokter, fisioterapis, okupasional terapis, terapis wicara, atau ahli gizi dan yang lainnya. Suatu ketika Anda pasti akan membutuhkannya.

4.   Tanyakan kepada dokter atau perawat yang merawat, apa yang bisa keluarga atau Anda lakukan untuk merawat pasien selama di rumah sakit.  Biasanya fisioterapis akan mengajarkan pengaturan posisi pasien (miring, duduk, berdiri) dan cara melakukan latihan gerak untuk meningkatkan kemampuan fisiknya.

5.   Cobalah belajar memahami kondisi kejiwaan keluarga Anda, mungkin Anda menemukan perubahan sikap dan perilaku orang yang Anda cintai berubah drastis, seperti menjadi pemarah, agresif. Anda harus menyadari bahwa perubahan terjadi akibat stroke. Jika memungkinkan Anda bisa minta bantuan pemuka agama untuk menasehati dan membimbing bagaimana melakukan ibadah dalam keadaannya saat ini.

6.      Pemulihan stroke membutuhkan waktu dan bertahap. Cobalah untuk mengagendakan  satu hari untuk memberikan motivasi kepada orang yang Anda cintai. Perawatan di Rumah Sakit membutuhkan waktu 1-3 minggu hingga stabil, setelah dipulangkan dari Rumah sakit membutuhkan waktu beberapaa bulan untuk pemulihan. Bantulah untuk tetap optimis.

7.      Karena Anda sangat dibutuhkan oleh orang yang Anda cintai dimana ia kini terserang stroke, Anda juga harus memperhatikan kesehatan Anda. Jagalah badan Anda agar tetap bugar, jika ada waktu istirahat gunakan sebaik-baiknya, perhatikan makan, dan sempatkan untuk berolahraga ringan selama di rumah sakit.

 

Tips Merawat Anggota Keluarga Saat Terkena Stroke


Menjadi Perawat Terapis di Rumah

Saat kondisi kesehatan mulai stabil, dokter akan memulangkan pasien. Saat orang yang Anda cintai dipulangkan dari rumah sakit, perawatan sehari-hari yang dulunya dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional di rumah sakit  kini berpindah tangan ke Anda.

Sebelum dipulangkan mintalah saran dari dokter, perawat, fisioterapis dan tenaga kesehatan yang lain yang merawat tentang hal-hal apa yang harus dilakukan dirumah yang bermanfaat untuk pemulihannya.

Hal ini juga berguna untuk menghindari hal-hal yang tidak perlu. misalnya beberapa pasien terburu-buru membeli alat bantu jalan seperti walker frame atau tongkat sebelum berkonsultasi dengan fisioterapis namun ternyata tidak terpakai karena tidak cocok dengan kondisinya.

Di Rumah, peran Anda sebagai “perawat” orang yang Anda cintai bisa bermacam-macam.  Akan tetapi mendorong orang yang Anda cintai untuk bisa kembali mandiri adalah peran utama Anda dimasa pemulihan ini. Berikut ini adalah tips yang berguna bagi Anda sebagai perawatnya:

  1. Buatlah jadwal kontrol dokter dan jadwal pertemuan dengan terapis. Anda bisa menggunakan gadget atau menandai kalender untuk mengingatnya. Anda juga bisa menggunakan alarm gadget untuk mengingat jadwal minum obat.
  2. Sekarang Anda juga berperan sebagai manager yang mengkoordinasikan kerja tenaga kesehatan seperti dokter, fisioterapis, okupasional terapis dan terapis wicara. Komunikasikan kepada semua tenaga kesehatan, saat ini Anda menggunakan tenaga kesehatan apa saja. Contoh, apabila Anda menggunakan jasa fisioterapis di rumah Anda, katakan hal ini kepada dokter Anda.   
  3. Sebagaimana saat di Rumah Sakit, sebaiknya Anda mempunyai catatan harian perkembangan pasien, hal ini akan berguna untuk mengetahui perkembangan pasien dan memberikan feedback positif untuk pasien. Catatan Anda juga sangat berguna untuk dokter dan terapis yang merawat pasien untuk memonitor perkembangan dari waktu ke waktu.
  4. Jadilah bagian dari tim “rehabilitasi” yang aktif . Jalin komunikasi dan buka diskusi yang baik dengan fisioterapis atau okupasional terapis terkait tujuan terapi jangka panjang maupun jangka pendek, termasuk menanyakan apa yang harus Anda lakukan untuk mendukung terapi pasien.

Rata-rata pasien mendapatkan terapi seminggu 2-3 kali. Anda masih mempunyai sekitar 4 hari untuk membantu melakukan terapi kepada orang yang Anda cintai. Biasanya fisioterapis akan memberikan home program exercise (program latihan di rumah) berupa latihan-latihan sederhana yang bisa dilakukan oleh keluarga pasien.

  1. Jangan terlalu overprotektif. Anda harus seimbang. Di satu sisi Anda memang harus membantu orang yang Anda cintai, namun di sisi lain Anda juga harus membiarkannya belajar melakukan aktifitas dan tugasnya untuk meningkatkan kemandiriannya. Doronglah sejak awal untuk mengerjakan aktivitas yang bisa dikerjakan sendiri. Mungkin awalnya dia merasa berat, capek dan sedikit depresi, namun ini adalah cara terbaik untuk membantu  meraih kemandiriannya kembali.
  2. Emosi penderita stroke bisa labil karena tidak bisa menerima keadaannya saat ini. Anda bisa melibatkan tokoh atau anggota keluarga yang paling dihormatinya atau sahabat karibnya untuk mensupport supaya ia bisa berusaha mengendalikan emosinya. Doronglah ia agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbanyak ibadah. Misalnya bagi penderita yang bergama Islam, Anda bisa meminta nasihat Ustadz atau orang yang lebih paham ilmu agama untuk membimbing orang yang Anda cintai ini beribadah sesuai dengan kemampuannya.
  3. Sabar dan ikhlas. Pemulihan stroke membutuhkan  waktu yang lama, bisa berbulan-bulan bahkan bisa pula terhitung tahun. Bisa jadi orang yang Anda cintai, bahkan Anda akan kehilangan kesabaran dan berputus asa. Anda harus meyakinkan kepada diri sendiri dan kepada orang yang Anda cintai bahwa Anda akan setia menemaninya untuk menggapai kemandiriannya.
  4. Jangan lupa rawat diri Anda seperti merawat orang yang Anda cintai. Istirahat cukup,, jaga pola makanan, jangan lupa tetap luangkan waktu untuk berolahraga 30 menit tiap hari untuk menghindari stress. Sesekali jadwalkan 1 hari untuk  refreshing agar tidak jenuh.
  5. Yang perlu diiperhatikan juga adalah posisi tubuh yang tidak benar saat menolong pasien kerap kali membuat cedera, seperti nyeri pinggang. Karena itu alangkah baiknya jika Anda meminta saran kepada tenaga fisioterapis untuk mengajarkan tehnik menolong pasien yang benar agar Anda sebagai penolong terhindar dari cedera.  

Demikian tips untuk Anda yang secara khusus mempunyai tugas merawat orang yang Anda cintai baik mulai di Rumah Sakit hingga di rumah. Semoga dengan tips ini Anda bisa memperoleh hasil yang baik dengan kemajuan kemandirian penderita stroke yang Anda jaga dan rawat sehari-hari.

 

Posting Komentar untuk "Tips Merawat Anggota Keluarga Saat Terkena Stroke"