Tenaga Kesehatan yang Berperan di Masa Pemulihan Stroke
Setelah dirawat di Rumah Sakit dan kondisi pasien penderita stroke dinyatakan telah stabil
oleh dokter, maka ia akan
diizinkan pulang. Anda sebagai keluarga harus memahami bahwa kebanyakan pasien yang menderita
stroke akan dipulangkan sebelum benar-benar pulih dari kondisi fisiknya, bahkan
belum bisa melakukan pekerjaan sehari-hari secara mandiri.
Karena
itu ia akan
melewati masa pemulihan dirumah.
Inilah saatnya bagi orang yang Anda kasihi ini untuk belajar kembali
gerakan-gerakan rutin sehari-hari
dan mengembalikan kemandiriannya yang berkurang karena stroke. Anda sebagai anggota keluarga harus sadar bahwa saat-sat
itu memang penuh dengan perjuangan. Namun Anda tridak perlu cemas, masih ada para tenaga kesehatan
profesional yang siap membantu pasien di masa pemulihan stroke anggota keluarga Anda.
Keberhasilan dalam pemulihan stroke
sangat dipengaruhi oleh peran anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang
merawat pasien. Karena itu penting untuk menciptakan kerjasama yang baik dan
terbuka untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi kemajuan kemampuan pasien.
Berikut
beberapa tim medis yang harus tetap Pasien jalin kerjasamanya bersama mereka.
Hubungan baik dengan mereka sangat membantu kemajuan anggota keluarga Pasien
yang terkena stroke. Pasien bisa meminta saran dan pengarahan terkait penyakit
stroke sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing.
Adapun beberapa tenaga kesehatan yang harus rutin Pasien
mintai penjelasan tentang berbagai keadaan yang terjadi pada pasien adalah:
Dokter
Setelah dipulangkan dari Rumah Sakit, pasien harus rutin kontrol ke dokter dan
mengonsumsi obat yang diberikan. Kontrol rutin ke dokter dapat membantu
mencegah terjadinya serangan ulang stroke dan memonitor kesehatannya di masa pemulihan. Selain dokter spesialis
saraf sebagai dokter utama, mungkin keluarga
Pasien ini juga harus kontrol ke beberapa spesialis, seperti
spesialis penyakit dalam, spesialis jantung dan pembuluh darah, spesialis mata,
spesialis rehabilitasi medis sesuai dengan kondisinya.
Perawat
Perawat dapat membantu pasien merawat diri saat kemandiriannya masih memrlukan banyak bantuan. Perawat
juga bisa membantunya
merawat luka jika di tubuhnya
terdapat
luka akibat gesekan atau tekanan akibat kurang gerak. Stroke mengakibatkan
gangguan gerak. Saat pasien belum
bisa banyak bergerak dan lebih banyak berbaring, ia rentan mengalami decubitus (luka karena
tekanan) terutama jika mengalami diabetes, luka harus segera dirawat dengan baik
agar tidak mengganggu proses pemulihan.
Dalam konsisi tertentu, adakalanya
pasien pulang dari rumah sakit ke rumah dalam kondisi masih memakai selang
kencing (kateter) atau selang untuk memasukkan makan ke lambung lewat hidung.
Selang kateter harus dibersihkan dan diganti secara berkala agar tidak terjadi
infeksi, mintalah bantuan perawat untuk melakukannya.
Anda juga bisa minta bantuan
perawat untuk mengajarkan bagaimana cara memasukkan makanan cair lewat selang
makanan bagi pasien,
juga bagaimana cara
membersihkan selang makanan. Ini
diperlukan jika suatu saat perawat tidak ada atau berhalangan hadir di rumah
Anda.
Ahli
Gizi
Saran
dari ahli gizi Anda perlukan, karena seorang ahli gizi mempunyai kemampuan
untuk dapat
menyusun menu diet pasien
sehingga menghasilkan menu makanan yang tidak meningkatkan resiko serangan ulang stroke.
Mungkin pasien juga sedang mengalami penyakit
tertentu yang menjadi faktor resiko stroke seperti darah tinggi, kolesterol
atau diabetes yang semuanya itu membutuhkan pengaturan makan. Sedikit cairan
dan kurang makan buah dan sayur juga menjadi masalah bagi pasien stroke karena
mempengaruhi buang air besar dan buang air kecil.
Anda bisa minta dokter untuk merujuk
ke ahli gizi bagi anggota
keluarga Anda yang menderita stroke. Sebaiknya Anda
membawa hasil laboratorium, dan diagnosa
dokter saat mengunjungi klinik gizi. Beberapa klinik gizi juga ada yang
menyediakan catering dengan menu yang sudah disesuaikan dengan kondisi
masing-masing pasien jika Anda tidak mau direpotkan dengan urusan dapur dan
memasak dengan menu khusus.
Ahli
Farmasi atau Apoteker
Setelah positif dipastikan dokter
menderita stroke, mungkin pasien akan mengkonsumsi lebih dari satu obat, bahkan
mungkin banyak obat dokter. Pasien tidak perlu khawatir akan hal ini , kerena dokter
telah mempertimbangkan untuk meresepkan obat yang aman dan terbaik sesuai
dengan kondisi kesehatan pasien.
Namun jika Anda merasa ingin tahu
apa saja khasiat dan kandungan dari obat-obat yang diberikan tersebut, Anda
bisa menanyakan tentang penggunaan obat, manfaat obat, interaksi obat, serta
efek samping hingga bagaimana cara penyimpanannya kepada ahli farmasi. Pasien
bisa mendapatkan layanan dari profesi ahli farmasia atau apoteker ini di Apotek
terdekat.
Psikolog
Setelah stroke mungkin pasien akan mengalami perubahan yang cukup
drastis. Perubahan perilaku bisa diakibatkan karena efek langsung dari
kerusakan otak atau reaksi psikologis normal terhadap kedaan setelah stroke. Jika
pasien merasa mengalami gangguan emosional,
gangguan perilaku dan tanda-tanda depresi Anda bisa berkonsultasi tentang kondisinya dengan psikolog. Anda
bisa meminta dokter untuk memberikan rujukan ke psikolog untuk mendapatkan layanan
psikologi.
****
Selain tenaga kesehatan diatas, ada
juga profesi lain yang memegang peranan penting terhadap pemulihan pasien stroke,
terutama yang berkaitan dengan pemulihan fisik, gerak, aktivitas dan bicara.
Kali ini kita akan membahasnya, mengingat
banyak pasien stroke yang berpendapat bahwa mereka merasa cukup minum obat untuk
bisa pulih dari penyakitnya, dan mengesampingkan pentingnya terapi pemulihan
stroke. Padahal pemulihan fisik, gerak dan aktivitas hanya dapat diperoleh
kembali dengan proses belajar atau latihan.
Profesi tenaga kesehatbn yang
diperlukan pasien saat masa pemulihannya selain profesi yang telah kita bahas
diatas, adalah sebagai berikut:
Fisioterapis
Fisioterapi adalah profesi kesehatan formal yang
bertugas mengobati orang-orang yang mempunyai keterbatasan gerak dan fungsi tubuh yang
disebabkan karena nyeri, cedera atau penyakit tertentu, yang
salahsatunya adalah stroke. Biasanya dokter spesialis saraf sebagai dokter
utama akan merujuk penderita stroke ke fisioterapis untuk pemulihan gerak dan
fungsi tubuh yang mengalami kelemahan akibat stroke.
Fisioterapis mempunyai peranan penting dalam pemulihan
fisik pasien. Tujuan utama dari fisioterapi adalah membantu pasien mendapatkan
kembali kemamapuan bergerak yang hilang hingga bisa kembali seperti semula.
Akan tetapi, seberapa besar hasil dan gerakan yang
bisa pasien lakukan juga dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti lokasi stroke dan
luasnya area otak yang rusak akibat stroke serta kondisi kesehatan pasien
secara umum.
Sejak beberapa hari setelah serangan stroke datang dan
pasien dirawat di rumah sakit, ia sudah berhubungan dengan profesi fisioterapi.
Di tahap awal biasanya fisioterapis melakukan pengaturan posisi dan membantu
menggerakkan tangan, kaki dan beberapa bagian tubuh pasien agar persendian dan
ototnya tidak kaku selama ia belum bisa banyak bergerak.
Pengaturan posisi adalah hal yang penting untuk
mensupport bagian tubuh yang lemah untuk
menghindari sebisa mungkin perubahan tonus otot (ketegangan otot) dan pola gerakan
yang abnormal. Selain itu kemandirian, bergerak dengan gerakan abnormal adalah hal yang tidak
dikehendaki oleh pasien stroke.
Pengaturan posisi juga bermanfaat untuk mengindari
bagian tubuh yang lemah dari cedera lebih lanjut yang bisa membuat proses
pemulihan lebih lambat. Fisioterapis akan mengajarkan pada pasien atau Anda
sebagai anggota keluarga yang akan menjaganya selama masa pemulihan. Pengaturan
ini biasanya mencakup bagaimana memposisikan tangan, kaki dan tulang belakang pasien
dengan benar.
Sepulang dari Rumah Sakit pasien bisa menjalani
fisioterapi untuk pemulihan geraknya. Pemeriksaan dan perencanaan adalah hal
yang sangat penting. Fisioterapis akan memeriksa bagaimana ia bergerak dan melakukan
aktivitas. Kemudian fisioterapis akan mengajaknya dan keluarga pasien
mendiskusikan target pemulihan yang realistis, berdasarkan pertimbangan
pemeriksaan dan harapan dan keluarganya. Fisioterapis juga akan mereview dan
mengevaluasi target sesuai dengan perkembangan pasien.
Mula-mula, fisioterapis akan fokus untuk memperbaiki
postur dan keseimbangan pasien saat duduk dan berdiri. Postur dan keseimbangan
yang baik akan menghindarkannya dari jatuh saat beraktivitas. Cara mudah untuk
menguji keseimbangan pasien baik atau buruk misalnya dengan contoh berikut. Jika
keseimbangan pasien jelek ia bisa terjatuh saat mengambil barang di lantai saat
posisinya duduk di kursi. Postur dan keseimbangan yang buruk juga dapat membuat
pasien jatuh saat berdiri sambil menoleh ke samping atau ke belakang.
Stroke mengakibatkan tangan, kaki dan tubuh pasien
lemah kemudian menjadi kaku yang meyebabkan pemendekan otot dan berkurang
fleksibilitasnya. Terapi awal bertujuan untuk membuat tonus otot normal dan belajar
pola gerakan normal saat duduk dan berdiri menggunakan kedua kaki dengan
seimbang.
Bila salah satu sisi tubuh lemah, sisi tubuh yang
sehat akan bekerja over active saat
beraktivitas. Sisi tubuh yang bekerja over
active ini justru akan membatasi gerakan sisi tubuh yang lemah dan gerakan
tulang belakang pasien. Fisioterapis akan membantu kedua sisi tubuh pasien bekerja
seimbang. Untuk memperoleh keseimbangan, kedua sisi tubuh harus terlibat aktif.
Jika sisi tubuh yang sehat bekerja terlalu keras, akan mengakibatkan sisi tubuh
yang lemah tidak bekerja dengan baik, jika hal ini terjadi, keseimbangan akan
sangat sulit dicapai.
Fisioterapi juga akan
mengajarkan kepada pasien bagaimana cara berjalan menggunakan alat bantu jalan ataupun
tanpa menggunakannya. Fisioterapi berusaha membuat pasien bergerak senormal
mungkin yang pasien bisa, termasuk saat menggerakkan lengan dan tangan.
Sebenarnya
setiap penderita stroke akan melakukan proses penyesuaian diri untuk dapat
melakukan gerak dan aktivitas sehari-hari, sehingga bisa jadi secara natural tanpa
latihan khusus akan di jumpai peningkatan kemampuan gerak, hanya saja pada
kondisi tersebut pola gerak yang dihasilkan menjadi tidak normal sehingga membutuhkan
energi yang tinggi yang akan membebani kemampuan gerak pasien stroke.
Gerak
abnormal juga menimbulkan masalah lain, seperti nyeri pinggang, nyeri leher,
nyeri lutut dan engkel. Pada masalah inilah dibutuhkan fisioterapi untuk
meningkatkan kemampuan gerak para penderita stroke dengan pola yang benar.
Yang
juga perlu diingat, dasarnya fisioterapi pemulihan gerak dan fungsi pasien pasca
stroke merupakan proses pembelajaran sensor motorik. Gangguan gerak yang
dialami hakekatnya bukan gangguan pada anggota gerak (lengan & tungkai)
melainkan gangguan fungsi otaknya. Oleh karena itu setiap bentuk program,
latihan dan stimulasi yang dilakukan oleh fisioterapis sebenarnya bertujuan untuk
proses pembelajaran kembali (re-learning/re-edukasi)
fungsi otak.
Nah,
karena itulah satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan pelatihan yang optimal tersebut
adalah pasien
pasca stroke harus secara aktif mengikuti aktivitas program,
latihan dan stimulasi yang diberikan. Karena hanya dengan pembelajaran yang
aktif pasien bisa terjadi proses pembelajaran motorik di otak.
Memang harus diakui profesi Fisioterapi sejak dulu hingga saat
ini sering disalah artikan. Banyak orang yang mengaku sebagai ahli pengobatan
yang melakukan pengobatan fisioterapi untuk orang stroke. Padahal ia tidak
pernah sama sekali mempelajari ilmu fisioterapsi.
Hakikatnya layanan fisioterapi hanya dapat dan boleh dilakukan
oleh fisioterapis yang telah menempuh pendidikan fisioterapi resmi atau yang
diakui oleh perundangan. Fisioterapi bukanlah pengobatan alternatif. Fisioterapi adalah
profesi kesehatan formal yang pelayanannya
berdasarkan pada sains (ilmu pengetahuan) dan evidence based (hasil penelitian).
Dengan
dasar pengetahuan neuro sains, neurofisiologi, biomekanik, kinesiology dan neuromuskuler
diharapkan program latihan yang diberikan fisioterapi dapat mengarahkan
perkembangan gerak pasien paska stroke ke arah yang tepat.
Anda bisa mengakses layanan fisioterapi di rumah sakit tempat pasien
dirawat, di klinik fisioterapi, atau klinik stroke. Pasien juga bisa memilih
layanan home care fisioterapi, jika Pasien
ingin tenaga fisioterapi datang ke rumah pasien.
Okupasi
Terapis
Okupasional terapis membantu pasien stroke dalam meningkatkan
kemampuan fungsional dan memberikan solusi kepada pasien bagaimana cara
melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk mendesain cara melakukan aktivitas
sehari-hari yang penting agar bisa dilakukan dengan mandiri.
Layanan ini juga mengajarkan kepada keluarga pasien bagaimana
cara membantu pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti cara
memakai baju, cara makan dan minum serta cara melakukan berbagai aktivitas di kamar
mandi.
Okupasi terapis juga membantu pasien paska stroke untuk bisa kembali
melakukan aktivitas rutin seperti melakukan hobinya. Layanan ini akan membimbing
pasien bagaimana ia bisa melakukan hobinya kembali dengan cara yang baru. Pasien
juga akan dilatih bagaimana kembali memiliki skill yang pernah di milikinya sebelumnya untuk kembali bekerja.
Sama dengan fisioterapis, okupasional terapis
dimulai dengan memeriksa kondisi fisik, sensoris, persepsi, kognitif dan
psikososial pasien pasca stroke. Okupasi terapis lalu akan mendiskusikan dengan
pasien dan keluarga yang merawat dan merancang program latihan yang sepesifik
untuk mencapai target yang ditetapkan.
Anda bisa mengakses
layanan okupasi terapis di rumah sakit tempat pasien dirawat, di klinik stroke,
klinik bersama okupasi terapis-fisioterapis dan terapis wicara, atau dirumah pasien
dengan mendatangkan okupasional terapis.
Terapis
Wicara
Terapis wicara akan membantu pasien yang mempunyai
masalah bicara dan berbahasa dan termasuk juga gangguan menelan. Ada kalanya
pasien stroke juga tidak bisa mengontrol air liur (ngeces) karena otot mulut,
lidah dan bibirnya mengalami kelemahan. Terapis wicara juga berperan dalam
membantu pasien tersebut dengan strimulasi oral.
Sama dengan fisioterapis, dan okupasi terapis,
terapis wicara akan memeriksa keadaan pasien , khususnya yang berhubungan
dengan problem gangguan bicara dan berbahasa serta fungsi otot mulut, lidah dan
pernafasan lalu merancang program terapi. Anda bisa mendapatkan layanan terapis
wicara di rumah sakit tempat pasien rawat inap, di klinik terapi wicara, atau
klinik stroke.

Posting Komentar untuk "Tenaga Kesehatan yang Berperan di Masa Pemulihan Stroke"