Pengetahuan Dasar tentang Pengobatan Stroke
Perawatan stroke tidak berhenti
setelah pasien pulang dari Rumah Sakit. Setelah dipulangkan dari Rumah Sakit
pasien juga harus rutin kontrol ke dokter spesialis syaraf dan mengonsumsi obat
yang diresepkan dokter untuk menunjang pemulihan dan mengurangi resiko
terjadinya serangan ulang.
Biasanya dokter akan memberikan
obat anti hipertensi, anti koagulan, anti platelet, dan penurun kolesterol.
Jika Anda sebagai keluarga pasien mendapatkan resep obat dari dokter, jangan
lupa tanyakan kepada dokter jenis obat apa yang pasien dapatkan dan apa tujuan
pemberian obat tersebut. Karena mungkin dokter juga akan memberikan kepada
pasien lebih dari satu jenis obat, sesuai dengan kondisinya. Inilah yang harus
ada ketahui dari berbagai macam obat yang ada itu:
1.
Tanyakan obat apa yang diberikan oleh
dokter
2. Tanyakan kenapa pasien diberikan obat
tersebut
3. Bagaiman cara minum obat tersebut (misalnya
diminum sebelum makan atau sesudah makan).
4. Tanyakan mulai kapan pasien harus meminumnya
5. Apa yang harus pasien lakukan jika ia lupa
meminumnya?
6. Apakah efek samping obat tersebut?
Kebanyakan efek samping obat stroke
memang tidak serius. Akan tetapi, beberapa efek samping obat yang mungkin
terjadi pada pasien harus dilaporken ke dokter. Ini tujuannya agar dokter bisa
memberikan saran hal-hal apa saja yang dapat pasien lakukan untuk mengurangi
atau menghindari efek samping yang timbul tersebut.
Efek samping obat bisa terjadi
karena interaksi obat dengan obat lain, termasuk ketika pasien meminum obat tanpa resep dokter seperti obat
dari klinik pengobatan alternatif atau obat herbal. Pastikan dokter atau
apoteker yang menangani pasien tahu obat apa saja yang diminumnya selain dari
resep dokter.
Obat-Obatan
Yang Harus Diminum Penderita Stroke
Untuk kebaikan pasien, jangan menghentikan
obat atau merubah dosisnya kecuali atas saran dari dokter. Karena dalam kasus
tertentu, menghentikan obat dengan tiba-tiba dabat membahayakan diri pasien.
Berikut beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk penderita
stroke:
- Obat Penurun
Tekanan Darah
Obat ini dinamakan anti hipertensi
karena bertujuan untuk mengobati hipertensi (tekanan darah tinggi). Ada
beberapa macam jenis obat penurun
tekanan darah. Dokter akan memberikan obat yang terbaik sesuai dengan keadaan
pasien. Minumlah obat anti hipertensi dengan teratur sebagaimana anjuran
dokter.
- Pengencer Darah
Obat pengencer darah membantu untuk
mencegah pembentukan gumpalan darah yang dapat mengakibatkan stroke. Ada dua
jenis obat pengencer darah : (1) antikoagulan dan (2) anti platelet.
- Obat penurun
kolesterol
Jika kadar kolesterol darah pasien
terlalu tinggi, dokter akan merekomendasikan diet, penurunan berat badan dan
berolahraga. Dokter juga dapat meresepkan beberapa obat penurun kolesterol yang
sesuai dengan kondisi pasien.

Posting Komentar untuk "Pengetahuan Dasar tentang Pengobatan Stroke"