Cara Bijak Mencegah Stroke
“Mencegah lebih baik daripada Mengobati.” Kalimat
bijak itu sering kita dapati setelah sebelumnya diberikan penjelasan tentang
sebuah penyakit yang merugikan kesehatan kita. Begitu
dengan stroke, kalimat ini sangat tepat kita gunakan untuk menghindari penyakit
stroke. Ini juga berlaku bagi bagi orang yang pernah mengalami stroke. Sebab
stroke bisa terjadi berulang. Ingat fakta menunjukkan bahwa 30% penderita
stroke beresiko mengalami serangan ulang stroke.
Berikut ungkapan yang tepat bagi kita yang ingin
hidup sehat dan terhindar dari serangan stroke atau serangan ulang stroke:
”Rubah
Pola Hidup Anda Sekarang, Atau Hidup Anda Tiba-Tiba Berubah Karena Stroke.”
Serangan stroke dapat terjadi dengan tiba-tiba dan
dapat merubah hidup Anda. Ingat, jika stroke telah menghampiri Anda, maka
hari-hari Anda dan orang-orang terdekat Anda menjadi penuh perjuangan demi
pulihnya kembali kondisi Anda pada keadaan semula. Harus diakui, bahwa pengobatan
dan pemulihan stroke membutuhkan waktu dan biaya yang mahal.
Cara paling bijak untuk mencegah stroke adalah
dengan meminimalisir faktor resiko stroke. Faktor resiko adalah beberapa
kondisi yang membuat seseorang lebih perpeluang mengalami stroke.
Beberapa hal memang tidak bisa kita hindari, seperti
usia. Seiring bertambahnya usia arteri akan semakin menebal dan mengeras,
beberapa kondisi kesehatan dan gaya hidup juga dapat mempercepat dan meningkatkan
resiko stroke. Berikut cara pencegahan stroke yang paling efektif bagi kita
semua:
Perbaiki
kondisi kesehatan Anda, diantaranya dengan memperhatikan:
1.
Tekanan
Darah tinggi (Hipertensi)
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah. Beberapa orang, mungkin termasuk Anda tidak menyadari jika menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya lakukan cek tekanan darah secara rutin. Tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg.
2. Tinggi Kolesterol
Kolesterol
adalah lemak yang diproduksi oleh hati. Kolesterol juga bisa ditemukan di
makanan yang Anda makan seperti daging. Kolesterol dalam jumlah kecil memang
dibutuhkan oleh tubuh, namun jika berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Tingginya kadar kolesterol bisa mangakibatkan penyempitan pembuluh darah arteri
dan meningkatkan resiko stroke.
Pola makan yang sehat, mengurangi makanan yang mengandung lemak dan berolahraga secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat. Dokter juga bisa meresepkan obat penurun kolesterol. Jika usia Anda diatas 40 tahun , sebaiknya cek kolesterol secara rutin. Jaga kolesterol Anda tak lebih dari 200 mg/DL
3. Diabetes
Diabetes adalah kondisi dimana kadar gula di dalam darah Anda terlalu tinggi. Keadaan ini dapat mengakibatkan timbunan lemak dalam pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan aliran darah bisa tersumbat, sehingga meningkatkan resiko stroke. Apalagi jika Anda menderita diabetes dalam waktu lama dan tidak terkontrol dengan baik.
4. Artrial Fibrilation (Denyut Jantung yang tidak Normal)
Jika denyut jantung tidak berdenyut dengan ritmis, dapat mengakibatkan terbentuknya gumpalan darah yang akan terbawa olah aliran darah dan dapat menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah yang menuju otak. Resiko terserang stroke pada penderita diabetes dapat meningkat 5 kali lipat.
5.
Penyakit
Jantung
Serangan
jantung dan kelainan katup jantung bisa meningkatkan resiko stroke. Berobat
secara teratur dapat memperkecil resiko terjadinya stroke.
Rubahlah Pola Hidup untuk Mencegah Serangan Stroke
1.
Berhenti
Merokok
Merokok mengakibatkan pembuluh darah menebal dan mengeras dan membuat darah terjadi gumpalan. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke. Berhenti merokok dapat menurunkan resiko stroke (dan penyakit lain akibat rokok), berapapun usia Anda dan berapa lama Anda merokok.
Penyakit kardiovaskular (penyakit
jantung dan stroke) telah membunuh 17 juta manusia di dunia. Berarti 3 dari 10
kematian disebabkan oleh penyakit ini. Menurut (World Health Organization) WHO menyebutkan bahwa
rokok bertanggung jawab atas jumlah kematian tersebut. Tidak hanya penyakit kardiovaskular,
rokok juga menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik dan kanker paru.
Berhenti
merokok memang susah. Tapi untuk sehat kebiasaan ini harus dihindari. Anda
dapat mencari berbagai informasi terkait bagaimana cara menghentikan rokok,
karena salahsatu cara terbaik untuk menghindari stroke dan penyakit berbahaya
lainnya adalah dengan berhenti merokok!
2. Berhenti Mengkonsumsi Alkohol
Minum
alkohol dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, sebab alkohol dapat
meningkatkan tekanan darah. Jika Anda termasuk orang yang kecanduan alkohol, Anda
bisa melakukan konseling dengan dokter untuk membantu Anda meninggalkan
kebiasaan Anda mengkonsumsi alkohol.
3. Berhenti mengkonsumsi Obat-obatan Terlarang
Beberapa
jenis obat seperti cocain, amfetamin, dan obat doping untuk meningkatkan sport
performa dapat meningkatkan resiko stroke karena merusak pembuluh darah dan
meningkatkan tekanan darah.
Makanlah Hanya Makanan Sehat!
1. Jadikan buah dan sayur sebagai
snack
Hindari makan makanan junkfood atau fastfood, ganti dengan makan buah-buahan dan sayur.
2.
Pilih protein rendah lemak
Hindari mangkonsumsi daging yang berwarna merah, pilihlah ikan atau daging unggas yang dihilangkan kulitnya. Kebanyakan daging berwarna merah tinggi lemak, yang dapat meningkatkan kolesterol dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri
3.
Kurangi
mengkonsumsi garam
Garam
mengandung natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah. Hindari mengolah makanan
dengan banyak garam.
Jaga Berat Badan!
Kelebihan berat badan (overweight) akan meningkatkan resiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes tipe-2, yang semuanya dapat meningkatkan resiko Anda terserang stroke. Untuk menghindarinya Anda harus diet mengatur pola makan dan berolahraga dengan teratur.
Anda dapat minta nasihat dokter atau ahli gizi untuk program diet yang aman. Cara ini lebih mudah dan aman jika dibandingkan dengan kita harus bersusah payah menurunkan berat badan kita yang telah kelebihan banyak karena pola makan kita yang salah.
Ahli gizi tahu bagaimana memberikan menu
yang tetap bisa membuat Anda segar beraktivitas namun tidak membuat badan Anda
kegemukan. Karena itu latihan mengonsumsi makanan sehat sangat dianjurkan bagi
kita yang masih sehat, agar terhindar dari serangan stroke dan penyakit
berbahaya lainnya.
Lakukan Olahraga Teratur
Olahraga teratur dapat membantu mengurangi tekanan darah, mengurangi resiko stroke, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Tips
untuk memulai olahraga teratur:
- Pilihlah olahraga yang paling Anda sukai; jogging, jalan kaki, atau aerobik
- Target olah raga minimal 30 menit per hari. Jika Anda tidak terbiasa oleh raga , lakukan dengan bertahap dari hari ke hari atau minggu ke minggu hingga Anda bisa mencapai target itu.
- Lakukan pemanasan sebelum memulai olah raga, dan lakukan pendinginan setelah olahraga.
- Cari teman untuk melakukan olahraga bersama, biasa dengan istri atau suami atau dengan teman karib Anda
Apabila Anda mengalami hambatan fisik (misalnya menderita nyeri sendi) Anda bisa berkonsultasi dengan fisioterapis untuk dibuatkan program olahraga yang aman untuk kondisi Anda.
Obesitas juga meningkatkan resiko terjadinya cedera dan kerusakan sendi bila melakukan olahraga, terutama olah raga yang ada gerakan melompat, fisioterapis juga bisa memilihkan jenis olahraga yang tepat untuk penderita obesitas.
Bila Anda menderita penyakit tertentu, seperti diabetes, jantung atau stroke silakan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan olahraga.
Hindari
Stress dan Depresi
Banyak hal dalam hidup ini
yang dapat menyebabkan stress dan depresi seperti masalah keluarga, masalah
keuangan dan pekerjaan. Stress dapat menyebabkan naiknya tekanan darah. Cara
yang paling efektif untuk mengatasi ini semua adalah dengan mendekatkan diri
pada Tuhan dan hidup seimbang dapat mengurangi stress dan depresi.
Catatan Penting:
Anda bisa melakukan hal-hal diatas untuk menurunkan resiko stroke. Namun demikian ada faktor resiko stroke yang tidak bisa Anda hindari dan modifikasi, karena itu sudah menjadi faktor resiko yang ada pada diri kita, diantaranya:
- Riwayat keluarga. Anda lebih beresiko terserang stroke bila family Anda ada yang terserang stroke.
- Umur. Seiring bertambahnya usia dinding pembuluh darah arteri akan mengeras dan menebal, artinya orang lanjut usia memang lebih beresiko stroke.
- Gender. Dibawah usia 75 tahun, laki-laki lebih beresiko stroke dibandingkan perempuan.
- Pernah mengalami stroke/ TIA (Transient Ischemic Attack). Orang yang pernah mengalamin stroke/ TIA beresiko untuk terserang stroke lagi.
Jika
Anda mempunyai keempat resiko diatas, Anda harus lebih giat lagi untuk berusaha
merubah pola hidup Anda dan berdoa tentunya. Masih lebih banyak faktor resiko
yang bisa dihindari dibandingkan yang tidak bisa dihindari.


Posting Komentar untuk "Cara Bijak Mencegah Stroke"